Showing posts with label IHTIFAL. Show all posts
Showing posts with label IHTIFAL. Show all posts

ALAMAT EMAIL KORAN/MEDIA MASSA

Banyak sekali di antara para penulis, entah para senior maupun dari kalangan pemula, yang sering kali bertanya perihal alamat email koran ataupun redakturnya. Hal ini sangat wajar terjadi karena ada media-media baru terus bermunculan. Selain itu, sewaktu-waktu ada beberapa media melakukan perubahan alamat email guna proses pengiriman maupun penerimaan naskah dari para penulis. Tentu saja, perubahan surel atau alamat email ini harus terus diikuti oleh semua penulis jika ingin mengirimkan karyanya ke media bersangkutan.

Berikut ini adalah daftar alamat redaksi koran atau media massa terbaru yang menerima karya sastra (Cerpen, Puisi, Esai, dll.):

AMANAH
Email: sastra.amanah@gmail.com

ANALISA
Email: rajabatak@yahoo.com

BALI POS
Email: balipost@indo.net.id

BANGKA POS
Email: redaksi@bangkapos.com

BANJARMASIN POS
Email: hamsibpost@yahoo.co.id

BASABASI
Email: gerobaknaskah@basabasi.co

BERITA PAGI
Email: huberitapagi@yahoo.com

BULETIN KANAL
Email: buletin.kanal@gmail.com

DENPASARPOST
Email: cerpendenpost@gmail.com

DUTA MASYARAKAT
Email: harianduta@gmail.com

FAJAR MAKASSAR
Email: budayafajar@gmail.com

FLORES SASTRA
Email: floressastra@gmail.com

GEMA MENOREH
Email: redaksigema_menoreh@yahoo.co.id

HALUAN
Email: budayahaluan@gmail.com

HALUAN KERPI
Email: redaksi@haluankepri.com

HORISON ONLINE
Email: horisonpuisi@gmail.com / horisoncerpen@gmail.com

INILAH KORAN
Email: inilahkoran@inilah.com / redaksijabar@inilah.com

JANANG.ID
Email: ruangjanang@gmail.com

JAWA POS
Email: ari@jawapos.co.id / ariemetro@yahoo.com

JOGLOSEMAR
Email: harianjoglosemar@gmail.com

JURNAL ASIA
Email: berita@jurnalasia.com

JURNAL CERPEN INDONESIA
Email: jurnalcerpen@yahoo.com / jurnalcerita@yahoo.com

KABAR MADURA
Email: kabarsastrabudaya@gmail.com

KEDAULATAN RAKYAT
Email: jayadikastari@yahoo.com

KENDARI POS
Email: arhamkendari@yahoo.com

KOMPAS
Email: opini@kompas.com

KORAN PANTURA (PROBOLINGGO)
Email: redaksi.koranpantura@gmail.com / redaksi.kabarprobolinggo@gmail.com

LATAR SASTRA
Email: redaksi@latarsastra.com

LAMPUNG POS
Email: lampostminggu@yahoo.com

LOMBOK POS
Email: literasilombokpost@gmail.com

MAGELANG EKSPRES
Email: redaksimenoreh@gmail.com

MAJALAH BOBO
Email: bobonet@gramedia-majalah.com

MAJALAH FEMINA
Email: kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id

MAJALAH HADILA
Email: majalah_hadila@yahoo.com

MAJALAH MAJAS
Email: redaksi@majaskreatif.com

MAJALAH UMMI
Email: kru_ummi@yahoo.com

MALANG POS
Email: redaksi@malang-post.com

MEDAN BISNIS
Email: mdn_bisnis@yahoo.com

MEDAN POS
Email: barpul12@gmail.com/dyani.nanda@gmail.com

MEDIA INDONESIA
Email: (CERPEN) cerpenmi@mediaindonesia.com (PUISI) puisi@mediaindonesia.com (alternatif email: miweekend@mediaindonesia.com)

MERAPI
Email: budaya.merapi@yahoo.co.id

MIMBAR UMUM
Email: mimbarumum@yahoo.com

MINGGU PAGI
Email: we_rock_we_rock@yahoo.co.id

NUSANTARANEWS
Email: redaksi@nusantaranews.co

NOVA
Email: nova@gramedia-majalah.com

PADANG EKSPRES
Email: cerpen_puisi@yahoo.com

PALEMBANG EKSPRES
Email: sastrapalpres@gmail.com

PIKIRAN RAKYAT
Email: khazanah@pikiran-rakyat.com

POS KUPANG
Email: poskupangnews@yahoo.co.id

RADAR BANYUWANGI
Email: budayaradarbwi@gmail.com

RADAR BANJARMASIN
Email: redaksi@radarbanjarmasin.co.id

RADAR BOJONEGORO
Email: lembarbudaya@gmail.com

RADAR BROMO
Email: ruangpublik_radarbromo@yahoo.com

RADAR CIREBON
Email: radar_wacana@yahoo.co.id

RADAR JEMBER
Email: radarjember@gmail.com

RADAR LAMPUNG
Email: zetizenradarlampung@gmail.com

RADAR MALANG
Email: sastra.radarmalang@gmail.com

RADAR MOJOKERTO
Email: opini_darmo@yahoo.com

RADAR SURABAYA
Email: radarsurabaya@yahoo.com

RAKYAT SULTRA
Email: bastra.kbsultra@gmail.com

RAKYAT SUMBAR
Email: sastrasumbar@yahoo.com

REPUBLIKA
Email: islamdigest@redaksi.republika.co.id

RIAU POS
Email: sajak_riaupos@yahoo.co.id (Umum) / infozetizenriau@gmail.com (Sastra Remaja)

SAMARINDA POS
Email: agusdwiutomo@yahoo.com

SATELIT POST
Email: opini-pembaca_satelitpost@yahoo.co.id

SERAMBI INDONESIA
Email: redaksi@serambinews.com

SIMALABA
Email: majalahsimalaba@gmail.com

SINGGALANG
Email: singgalang.redaksi@gmail.com

SOLO POS
Email: redaksi.minggu@solopos.co.id / redaksi@solopos.co.id

SUARA MERDEKA
Email: swarasastra@gmail.com

SUARA NTB
Email: suarantbsastra@gmail.com

SUMATERA EKSPRES
Email: serisumeks@gmail.com

SUMUT POS
Email: sumutbudayapos@yahoo.co.id / langgamsumut@gmail.com

TANJUNGPINANG POS
Email: redaksi@tanjungpinangpos.co.id

TEMPO
Email: sastra@tempo.co.id

TRIBUN BALI
Email: redaksi.tribunbali@gmail.com

TRIBUN JABAR
Email: cerpen@tribunjabar.co.id / hermawan_aksan@yahoo.com

WAKTU
Email: sastra.waktu@gmail.com

WASPADA
Email: cemerlangwaspada@yahoo.co.id / sunanlangkat@yahoo.com


Bagi Anda yang mengetahui perubahan terbaru alamat email dari seluruh media massa, silakan konfirmasi. Terima kasih atas kerja samanya.
Baca selengkapnya


PENGERTIAN ESAI DAN JENISNYA

Di dalam rubrik sastra koran atau media massa biasanya menyediakan sebuah kolom esai. Rubrik esai sering kali ditayangkan di akhir pekan bersamaan dengan cerita pendek (cerpen) atau puisi/sajak. Tiap penulis pasti memiliki kemampuan di bidang masing-masing, entah menulis opini, cerita pendek (cerpen), puisi/sajak, atau karya lainnya. Sebelum lebih jauh membahas soal esai, alangkah lebih baik mengetahui terlebih dulu apa itu esai.

Di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa: esai /√©sai/ n karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Dari pengertian ini setidaknya bisa disimpulkan bahwa membuat esai hampir sama seperti membuat opini, hanya saja esai sering kali identik dengan dunia sastra.

Ada beberapa jenis esai, di antaranya:

1. Esai Deskriptif (des·krip·tif /d√©skriptif/ a bersifat deskripsi; bersifat menggambarkan apa adanya): Esai deskriptif cenderung mengungkapkan hal-hal sederhana dan seperti apa adanya. 

2. Esai Kritik: Esai ini lebih memusatkan pada uraian tentang suatu kajian semisal seni, atau bidang lain. 

3. Esai Pribadi: Dari pengertiannya, esai pribadi lebih mengedepankan pandangan pribadi secara kuat dan menonjol.

4. Esai Reflektif: Jenis esai ini menuntut penulis lebih hati-hati dalam banyak hal. Selain itu, esai ini ditulis secara formal. Penulis harus menjaga tulisan agar tidak menyingguh hal-hal sensitif atau dengan kata lain esai ini ditulis secara objektif namun dalam wilayah formal.

5. Esai Tajuk: Esai jenis ini dapat dilihat dalam media massa dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus yaitu menggambarkan pandangan dan sikap media massa/majalah tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat.

6. Esai Watak: Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap karakter yang dituangkan. Hanya saja dalam hal ini penulis esai tidak secara utuh menuliskan biografi seseorang.

Adapun contoh esai bisa baca DI SINI.

Rata-rata, esai yang dijumpai di koran atau media massa adalah jenis Esai Kritik. Namun media tetap memberi ruang kepada semua penulis esai untuk mengirimkan jenis esai lainnya. Perlu diketahui bahwa berhasil atau tidak esai ditayangkan oleh media juga tergantung dari seberapa baik penulis membuat esai. Baik yang dimaksud tentu menyangkut perihal teknis menulis maupun hal-hal secara esensi dari tulisan tersebut.
Baca selengkapnya


CARA KIRIM RESENSI KE TEMPO

Semua penulis yang pernah mengirim naskah ke koran pasti sudah tidak asing lagi dengan media satu ini, ya, koran TEMPO. Tentu saja media ini memberi ruang jurnalistik kepada semua penulis, bukan hanya artikel berita maupun opini, tapi juga menyediakan rubrik lain yakni rubrik sastra. Tak hanya itu saja, ada kolom resensi yang juga disediakan kepada para penulis resensi oleh media ini. Apakah Anda tertarik mengirim naskah resensi ke koran ini?

Bagi yang sudah terbiasa menulis resensi, tentu tak kebingungan terkait proses membuat ataupun mengirimkannya. Namun bagi para penulis resensi pemula yang ingin mengirimkan hasil resensi, berikut ini adalah tata cara mengirimkannya:
1. Siapkan Resensi;
Hal pertama dan utama adalah menyiapkan naskah resensi terlebih dulu. Jika sudah sesuai pedoman, silakan cek ulang sebelum mengirim ke alamat redaktur koran. Cek seluruh isi—terutama soal ejaan—karena editor sangat risih menerima naskah yang di dalamnya masih terdapat kekeliruan—sekecil apa pun kekeliruan tersebut berusahalah untuk memperbaikinya. Bahkan kekeliruan ejaan—di mata kurator—menjadi penyumbang terbesar mengapa naskah ditolak.

2. Format Pengiriman Naskah;
Naskah apa saja yang ingin dikirim usahakan sesuai ketentuan dari media bersangkutan. Tulis dengan format font Times New Roman (TNR) ukuran 12 pt, spasi 1,5 atau spasi ganda. Rata-rata untuk satu resensi berisi 4.000 (empar ribu) kata atau kurang lebih 2 lembar A4. Sertakan di dalam naskah biodata naratif penulis, nomor rekening, nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika sudah punya, nomor telepon dan alamat lengkap sesuai KTP.

Berikut ini contoh/draf resensi:

*) JUDUL RESENSI (buat judul semenarik mungkin, sebab hal ini juga berpengaruh pada minat baca terhadap resensi yang sudah dibuat)

*) Format Isi Resensi:
- Judul Buku;
- Pengarang/Penulis;
- Penerbit;
- Ukuran Buku (Dimensi);
- Ketebalan/Jumlah Halaman;
- ISBN;
- Harga Buku.

*) Isi Resensi (narasi pembukaan, hasil pengamatan, penilaian, dan kesimpulan)

*) Biodata Singkat Naratif (Nama, Profesi, Tempat Tinggal—biasanya hanya 2—3 baris)

3. Menulis Kata Pengantar Email;
Sering kali penulis pemula kebingungan soal ini. Perlu diketahui bahwa tiap kali mengirim naskah, penulis harus menulis kata pengantar di badan email, bukan di sisipan atau di dalam naskah. Berikut ini adalah contoh kata pengantar pengiriman naskah:

Kepada Yth.
Dewan Redaksi (Kurator)
di Tempat

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Salam Sejahtera.

Dengan ini saya bermaksud mengirimkan hasil resensi saya atas buku [silakan tulis Judul Buku] kepada pihak Bapak/Ibu Redaktur (Kurator) untuk ditindaklanjuti, dikoreksi, dan ditayangkan. Besar harapan saya untuk bisa dimuat atau ditayangkan pada rubrik yang Bapak/Ibu kelola.

Demikian surat ini saya kirimkan. Ada kurang lebihnya, atau segala sesuatu yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima kasih.

Salam.
NAMA PENULIS
ALAMAT PENULIS

4. Kirim ke Alamat Sekaligus dengan Cara yang Tepat;
Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengirimkan resensi tersebut ke alamat yang tepat atau sesuai dengan yang diinginkan.

Perlu diingat, naskah harus dikirim dalam lampiran, bukan di badan email. Jadi harus dibedakan antara bidang Kata Pengantar dengan Isi Naskah. Kata Pengantar ditulis di badan email, sedangkan Isi Naskah diletakkan pada sisipan sesuai nomor 2 di atas.

Untuk pengiriman resensi ke koran TEMPO bisa ke email ini: sastra@tempo.co.id

5. Melampirkan Sampul Buku
Sebelum benar-benar mengirim hasil resensi, periksa kelengkapan data termasuk scan sampul depan buku. Silakan lampirkan sampul buku secara terpisah atau dijadikan satu file dalam naskah. Tiap penulis pasti memiliki cara dan pertimbangan masing-masing terkait hal ini, pasalnya masing-masing cara ada sisi lebih dan kekurangannya. Jika scan sampul dimasukkan ke dalam file naskah, risiko tertinggal atau lupa melampirkan sangatlah kecil karena setelah diterima, gambar sampul sudah jadi satu. Kelemahannya adalah kapasitas data atau file menjadi besar dan berdampak pada proses membuka file di komputer redaktur. Sebaliknya, apabila sampul dilampirkan secara terpisah kapasitas file tentu kecil dan mudah dibuka, hanya saja risiko tertinggal atau lupa melampirkan sering kali terjadi. Belum lagi jika ada kendala-kendala teknis lain sehingga sampul tidak bisa dikirimkan. Jadi, mau pilih cara yang mana tentu pihak penulis yang lebih mengetahui.

Setelah naskah terkirim, silakan tunggu apakah resensi tersebut lolos dan ditayangkan atau justru ditolak. Rata-rata, penulis yang mencari sendiri informasi perihal penayangan naskahnya. Apabila tidak mendapat konfirmasi, bisa cek ke media cetak bersangkutan.
Baca selengkapnya


CARA KIRIM RESENSI KE JAWA POS

Biasanya orang yang suka meresensi buku pasti gemar membaca apa saja. Hal itu memang menjadi satu kesatuan. Bagaimana mungkin peresensi bisa membuat penilaian terhadap sebuah buku jika ia tak gemar membaca? Sedangkan orang yang suka membaca belum tentu menjadi seorang peresensi. Sebagian peresensi yang sudah sering lolos ditayangkan media, tentu tak mengalami kesulitan terkait proses pengiriman naskah ke meja redaksi. Namun bagi yang belum mengetahui bagaimana mengirim resensi tentu harus memahami terlebih dahulu tata caranya.

Salah satu di antara sekian banyak media yang menyediakan ruang resensi adalah koran JAWA POS. Bagi para penulis resensi yang ingin mengirimkan hasil resensi, berikut ini adalah tata cara mengirimkannya:
1. Siapkan Resensi;
Hal pertama dan utama adalah menyiapkan naskah resensi terlebih dulu. Jika sudah sesuai pedoman, silakan cek ulang sebelum mengirim ke alamat redaktur koran. Cek seluruh isi—terutama soal ejaan—karena editor sangat risih menerima naskah yang di dalamnya masih terdapat kekeliruan—sekecil apa pun kekeliruan tersebut berusahalah untuk memperbaikinya. Bahkan kekeliruan ejaan—di mata kurator—menjadi penyumbang terbesar mengapa naskah ditolak.

2. Format Pengiriman Naskah;
Naskah apa saja yang ingin dikirim usahakan sesuai ketentuan dari media bersangkutan. Tulis dengan format font Times New Roman (TNR) ukuran 12 pt, spasi 1,5 atau spasi ganda. Rata-rata untuk satu resensi berisi 4.000 (empar ribu) kata atau kurang lebih 2 lembar A4. Sertakan di dalam naskah biodata naratif penulis, nomor rekening, nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika sudah punya, nomor telepon dan alamat lengkap sesuai KTP.

Berikut ini contoh/draf resensi:

*) JUDUL RESENSI (buat judul semenarik mungkin, sebab hal ini juga berpengaruh pada minat baca terhadap resensi yang sudah dibuat)

*) Format Isi Resensi:
- Judul Buku;
- Pengarang/Penulis;
- Penerbit;
- Ukuran Buku (Dimensi);
- Ketebalan/Jumlah Halaman;
- ISBN;
- Harga Buku.

*) Isi Resensi (narasi pembukaan, hasil pengamatan, penilaian, dan kesimpulan)

*) Biodata Singkat Naratif (Nama, Profesi, Tempat Tinggal—biasanya hanya 2—3 baris)

3. Menulis Kata Pengantar Email;
Sering kali penulis pemula kebingungan soal ini. Perlu diketahui bahwa tiap kali mengirim naskah, penulis harus menulis kata pengantar di badan email, bukan di sisipan atau di dalam naskah. Berikut ini adalah contoh kata pengantar pengiriman naskah:

Kepada Yth.
Dewan Redaksi (Kurator)
di Tempat

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Salam Sejahtera.

Dengan ini saya bermaksud mengirimkan hasil resensi saya atas buku [silakan tulis Judul Buku] kepada pihak Bapak/Ibu Redaktur (Kurator) untuk ditindaklanjuti, dikoreksi, dan ditayangkan. Besar harapan saya untuk bisa dimuat atau ditayangkan pada rubrik yang Bapak/Ibu kelola.

Demikian surat ini saya kirimkan. Ada kurang lebihnya, atau segala sesuatu yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima kasih.

Salam.
NAMA PENULIS
ALAMAT PENULIS

4. Kirim ke Alamat Sekaligus dengan Cara yang Tepat;
Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengirimkan resensi tersebut ke alamat yang tepat atau sesuai dengan yang diinginkan.

Perlu diingat, naskah harus dikirim dalam lampiran, bukan di badan email. Jadi harus dibedakan antara bidang Kata Pengantar dengan Isi Naskah. Kata Pengantar ditulis di badan email, sedangkan Isi Naskah diletakkan pada sisipan sesuai nomor 2 di atas.

Untuk pengiriman resensi ke koran JAWA POS bisa ke email ini: ari@jawapos.co.id / ariemetro@yahoo.com

5. Melampirkan Sampul Buku
Sebelum benar-benar mengirim hasil resensi, periksa kelengkapan data termasuk scan sampul depan buku. Silakan lampirkan sampul buku secara terpisah atau dijadikan satu file dalam naskah. Tiap penulis pasti memiliki cara dan pertimbangan masing-masing terkait hal ini, pasalnya masing-masing cara ada sisi lebih dan kekurangannya. Jika scan sampul dimasukkan ke dalam file naskah, risiko tertinggal atau lupa melampirkan sangatlah kecil karena setelah diterima, gambar sampul sudah jadi satu. Kelemahannya adalah kapasitas data atau file menjadi besar dan berdampak pada proses membuka file di komputer redaktur. Sebaliknya, apabila sampul dilampirkan secara terpisah kapasitas file tentu kecil dan mudah dibuka, hanya saja risiko tertinggal atau lupa melampirkan sering kali terjadi. Belum lagi jika ada kendala-kendala teknis lain sehingga sampul tidak bisa dikirimkan. Jadi, mau pilih cara yang mana tentu pihak penulis yang lebih mengetahui.

Setelah naskah terkirim, silakan tunggu apakah resensi tersebut lolos dan ditayangkan atau justru ditolak. Rata-rata, penulis yang mencari sendiri informasi perihal penayangan naskahnya. Apabila tidak mendapat konfirmasi, bisa cek ke media cetak bersangkutan.
Baca selengkapnya


CARA KIRIM RESENSI KE KOMPAS

Membaca buku sekaligus mendapat penghasilan atau bahkan sampai mendapat buku secara gratis tentu merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Sangat jarang orang bisa mendapatkan kesempatan serta keberuntungan semacam itu. Apakah semua itu mungkin terjadi? Tentu saja bisa. Caranya adalah dengan membuat resensi buku. Ketika resensi yang ditulis berhasil ditayangkan di koran atau media massa tertentu, selain mendapat popularitas, honorium, biasanya penulis resensi juga mendapat buku secara gratis dari penerbit.

Salah satu media yang menyediakan ruang resensi adalah koran Kompas. Bagi para penulis resensi yang ingin mengirimkan hasil resensi, berikut ini adalah tata cara mengirimkannya:
1. Siapkan Resensi;
Hal pertama dan utama adalah menyiapkan naskah resensi terlebih dulu. Jika sudah sesuai pedoman, silakan cek lebih dulu sebelum mengirim ke alamat redaktur koran. Cek seluruh isi—terutama soal ejaan—karena editor sangat risih menerima naskah yang di dalamnya masih terdapat kekeliruan—sekecil apa pun kekeliruan tersebut berusahalah untuk memperbaikinya. Bahkan kekeliruan ejaan—di mata kurator—menjadi penyumbang terbesar mengapa naskah ditolak.

2. Format Pengiriman Naskah;
Naskah apa saja yang ingin dikirim usahakan sesuai ketentuan dari media bersangkutan. Tulis dengan format font Times New Roman (TNR) ukuran 12 pt, spasi 1,5 atau spasi ganda. Rata-rata untuk satu resensi berisi 4.000 (empar ribu) kata atau kurang lebih 2 lembar A4. Sertakan di dalam naskah biodata naratif penulis, nomor rekening, nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika sudah punya, nomor telepon dan alamat lengkap sesuai KTP.

Berikut ini contoh/draf resensi:

*) JUDUL RESENSI (buat judul semenarik mungkin, sebab hal ini juga berpengaruh pada minat baca terhadap resensi yang sudah dibuat)

*) Format Isi Resensi:
- Judul Buku;
- Pengarang/Penulis;
- Penerbit;
- Ukuran Buku (Dimensi);
- Ketebalan/Jumlah Halaman;
- ISBN;
- Harga Buku.

*) Isi Resensi (narasi pembukaan, hasil pengamatan, penilaian, dan kesimpulan)

*) Biodata Singkat Naratif (Nama, Profesi, Tempat Tinggal—biasanya hanya 2—3 baris)

3. Menulis Kata Pengantar Email;
Sering kali penulis pemula kebingungan soal ini. Perlu diketahui bahwa tiap kali mengirim naskah, penulis harus menulis kata pengantar di badan email, bukan di sisipan atau di dalam naskah. Berikut ini adalah contoh kata pengantar pengiriman naskah:

Kepada Yth.
Dewan Redaksi (Kurator)
di Tempat

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Salam Sejahtera.

Dengan ini saya bermaksud mengirimkan hasil resensi saya atas buku [silakan tulis Judul Buku] kepada pihak Bapak/Ibu Redaktur (Kurator) untuk ditindaklanjuti, dikoreksi, dan ditayangkan. Besar harapan saya untuk bisa dimuat atau ditayangkan pada rubrik yang Bapak/Ibu kelola.

Demikian surat ini saya kirimkan. Ada kurang lebihnya, atau segala sesuatu yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima kasih.

Salam.
NAMA PENULIS
ALAMAT PENULIS

4. Kirim ke Alamat Sekaligus dengan Cara yang Tepat;
Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengirimkan resensi tersebut ke alamat yang tepat atau sesuai dengan yang diinginkan. Untuk alamat email redaksi sudah ada di situs ini.

Perlu diingat, naskah harus dikirim dalam lampiran, bukan di badan email. Jadi harus dibedakan antara bidang Kata Pengantar dengan Isi Naskah. Kata Pengantar ditulis di badan email, sedangkan Isi Naskah diletakkan pada sisipan sesuai nomor 2 di atas.

Untuk pengiriman resensi ke koran Kompas bisa ke email ini: opini@kompas.com

5. Melampirkan Sampul Buku
Sebelum benar-benar mengirim hasil resensi, periksa kelengkapan data termasuk scan sampul depan buku. Silakan lampirkan sampul buku secara terpisah atau dijadikan satu file dalam naskah. Tiap penulis pasti memiliki cara dan pertimbangan masing-masing terkait hal ini, pasalnya masing-masing cara ada sisi lebih dan kekurangannya. Jika scan sampul dimasukkan ke dalam file naskah, risiko tertinggal atau lupa melampirkan sangatlah kecil karena setelah diterima, gambar sampul sudah jadi satu. Kelemahannya adalah kapasitas data atau file menjadi besar dan berdampak pada proses membuka file di komputer redaktur. Sebaliknya, apabila sampul dilampirkan secara terpisah kapasitas file tentu kecil dan mudah dibuka, hanya saja risiko tertinggal atau lupa melampirkan sering kali terjadi. Belum lagi jika ada kendala-kendala teknis lain sehingga sampul tidak bisa dikirimkan. Jadi, mau pilih cara yang mana tentu pihak penulis yang lebih mengetahui.

Setelah naskah terkirim, silakan tunggu apakah resensi tersebut lolos dan ditayangkan atau justru ditolak. Rata-rata, penulis yang mencari sendiri informasi perihal penayangan naskahnya. Apabila tidak mendapat konfirmasi, bisa cek ke media cetak bersangkutan.
Baca selengkapnya


CERITA PENDEK (CERPEN) YANG DISUKAI REDAKTUR

Di antara sekian banyak penulis yang mengirimkan naskah ke meja redaktur sudah pasti memiliki banyak cerita terkait karyanya—entah yang melegakan, menyedihkan atau bahkan menjengkelkan—semua pasti memiliki pengalaman-pengalaman macam itu. Namun di lain kasus, bagi penulis pemula yang masih meraba-raba keberuntungan lewat menulis ke koran, besar kemungkinan belum hafal atau mungkin belum mengetahui kriteria cerpen seperti apa yang disukai oleh redaktur. Biasanya, penulis pemula hanya berupaya sesegera mungkin menyelesaikan tulisan lalu mengirimnya ke koran tanpa perlu baca ulang maupun banyak pertimbangan. Padahal untuk bisa lolos seleksi dari redaktur koran tertentu, penulis harus pandai membaca kriteria-kriteria cerpen yang diinginkan atau yang disukai pihak redaktur untuk mengisi rubrik yang sedang diampunya.

Rata-rata, redaktur sangat menyukai cerpen-cerpen dengan kriteria atau karakteristik macam ini:
1. Tema
Hal pertama sekaligus menjadi perhatian utama ketika redaktur menerima naskah adalah tema cerpen tersebut. Semakin menarik tema yang diramu penulis, tentu semakin membuka pintu lolos seleksi serta ditayangkan. Sebaliknya, ketika penulis tak mampu menyuguhkan tema cerita yang teramat sangat menarik, tentu naskah dimasukkan dalam daftar penolakan.

Menurut kurator, naskah juga harus dengan tema segar—walaupun tidak dibatasi oleh tema-tema tertentu—selain itu, isi tidak klise. Mengarah pada kebaruan sastra yang meliputi aspek bahasa, tema, alur, serta teknik menulis yang mumpuni.

2. Narasi Cerita
Kurator lebih suka dengan narasi pembuka cerita yang memikat. Penuh kejutan-kejutan atau ledakan imajinasi sehingga memicu hasrat baca. Narasi di paragraf pertama ini dinilai kurator sangat menentukan apakah naskah tersebut layak ditayangkan atau tidak.

Ketika membuka awal cerita dengan dialog, berusahalah mempertahankan karakter lakon secara kuat. Jika tidak mampu mempertahankan karakter lakon dengan kuat, maka bukalah dengan narasi. Sangat dianjurkan menggunakan narasi puitis.

3. Ejaan
Editor atau kurator mana pun pasti sangat risih ketika mendapati kekeliruan mendasar ini. Kurator menganggap kekeliruan ejaan sedikit saja menunjukkan bahwa si penulis tidak cermat saat berkarya. Kurator benar-benar tidak menolelir kekeliruan ejaan, bahkan di mata mereka masalah ini amat jorok.

4. Kaidah Menulis
Gunakanlah kaidah menulis secara baik dan benar—jika perlu buka kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) atau Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) untuk memastikan apakah kaidah menulis sudah benar atau justru malah salah. Kurator sangat menjaga etika berbahasa. Tidak memicu SARA, diskriminasi terhadap kelompok tertentu, atau hal-hal lain yang melanggar norma. Berusahalah untuk tidak menggunakan bahasa slang dalam narasi atau kalimat. Jika cerpen dipenuhi dengan bahasa slang, alangkah lebih baik dikirim ke media yang sesuai atau selaras. Rata-rata, semua media menggunakan bahasa baku sebagai pengantar kepada publik. Lebih baik gunakan gramatikal sederhana dan mudah dipahami pembaca.

5. Kalimat Efektif dan Efisien
Sering kali penulis mengabaikan penggunaan kalimat secara efektif dan efisien saat menulis cerita. Menulis cerita dengan kalimat bertele-tele selain boros kata juga sangat rentan memicu rasa bosan. Penulis yang benar-benar sudah terlatih tentu semakin mengefektifkan kata atau kalimat dalam tiap karyanya.

Hindari penggunaan kata bombas (menurut kamus besar bahasa Indonesia: bom·bas n 1 ucapan yang baik terdengar, tetapi tidak mengandung arti; omong kosong; 2 Sas ungkapan yang berlebih-lebihan dalam berlakon; bahasa atau kata yang muluk-muluk). Bisa jadi, kata bombas malah membunuh imajinasi yang sedang dibangun penulis di hati pembaca.

6. Jumlah Kata
Berhubung rubrik sastra diberi ruang sangat terbatas, maka naskah maksimal 10.000 karakter atau kurang lebih 5 lembar A4. Jika kurang dari itu, atau malah lebih dari itu, besar kemungkinan masuk daftar naskah ditolak. Alasan ini tak lain lebih pada soal tata letak halaman yang diberikan pihak media.

7. Pembaruan serta Keunikan Cerita
Selain unik dan inspiratif, secara spesifik, kurator cenderung memerhatikan hal-hal yang bersifat pembaruan sastra. Karya eksperimental yang benar-benar matang juga berpeluang untuk memikat hati para kurator.

Gaya menulis apa pun tetap diberi tempat—misal; realisme, surealisme, absurd, ataupun solilokui. Meski dengan gaya bahasa atau pengantar sesuai kehendak penulis, namun kekayaan diksi dan gaya bahasa pengantar dalam naskah sangat diutamakan.
Baca selengkapnya