SAJAK PENUH KEAGUNGAN | BUKAN HARI TERAKHIR

Baca juga artikel ini:

SAJAK PENUH KEAGUNGAN
KATA-KATA serupa hujan badai di langit kepalaku, hunjam cerau
sebab letup adalah keniscayaan, larik dan bait saling buru
memori memantik cipta dalam tulisan, tak ayal luberlah sedu

Tiap deret memacu debar di dada seraya picu jibaku
jari dan bibir pun mengatup kelu menahan haru biru
penuh keagungan, irama surgawi gait balau nan membatu

Musikus merunut notasi hingga nada padu di tiap lagu
mari alirkan karsa dalam jiwa agar lerai ragam belenggu
telah kugubah sajak, semoga esok lahir ode cinta sarat rindu
Yogyakarta, 05 Februari 2017

BUKAN HARI TERAKHIR
PENUH harap di dada, orang-orang berduyun ke tempat ibadah
deras agitasi ditiupkan agar lekas tobat hingga dosa luruh
bayang siksa dan kehancuran memadati pikiran—tersisa rasa pasrah

Surga terasa amat jauh digapai, sedangkan neraka sangat nyata
laun satu per satu menyadari kedaifan semasa di dunia
dalam sujud terbesit doa supaya enyah lalai serta lupa

Sebelum ajal tiba, masih terbuka pintu ampunan dari Tuhan
sungguh, semua pasti ditinggal dan musnah, kecuali jejak perbuatan
tiap jiwa menuai bahkan menghuni tempat sesuai dengan ganjaran
Yogyakarta, 05 Februari 2017

Sajak ini telah dipublikasikan di MEDAN BISNIS (26/03/2017)


Bagikan

You Might Also Like

SAJAK PENUH KEAGUNGAN | BUKAN HARI TERAKHIR
4/ 5
Oleh



Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.