SUPRASEGMENTAL | ANAFORA

Baca juga artikel ini:

SUPRASEGMENTAL
BERHENTILAH menduga letak bulan lewat kubang di malam hari
tak perlu kasak-kusuk di belakang sekadar luahkan isi hati
bukankah apa yang kau bicarakan berada jauh lebih tinggi?

Tanpa diperas, kau takkan tahu mana sari dan sepah
bukankah ampas tebu hanya memberi sisa legit di lidah?
tak usah mencampur madu dengan gula, karena tak berfaedah

Ah, jangan karena sekelumit keriangan lantas membuatmu lupa daratan
tak perlu menuruti prasangka, di dalamnya tak ada kebahagiaan
syak wasangka hanya akan menjauhkan diri dari hakikat kebenaran
Yogyakarta, 05 Maret 2016

ANAFORA
HARUSKAH kuulangi ucap cinta maupun rindu yang sama padamu?
padahal tiap waktu selalu kuseru namamu dalam iklim jiwaku
apakah tak cukup segala pugar rasa yang kulakukan untukmu?

Bagimu, mengulangi hal yang sama adalah bentuk dari pembaru
melakukan sesuatu secara terus menerus adalah upaya menjaga mutu
dan katamu pula, istikamah tak sama dengan laku melulu

Telah kusimpan di dada segala keyakinan hidup atas adamu
apakah tak cukup segala pugar rasa yang kulakukan untukmu?
nyatanya, benarlah bahwa istikamah tak sama dengan laku melulu
Yogyakarta, 20 Agustus 2016

Sajak ini telah dipublikasikan di TANJUNGPINANG POS (08/01/2017)


Bagikan

You Might Also Like

SUPRASEGMENTAL | ANAFORA
4/ 5
Oleh



Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.