HIKMAT PERINDU | ZENITARIUM - Anam Khoirul Anam

HIKMAT PERINDU | ZENITARIUM

Author: Anam Khoirul Anam - January 08, 2017
Advertisement

Advertisement

HIKMAT PERINDU
GETAR suara bubul ke langit saat gelap merambak bumi
mari eja larik ini agar sembul rasa hati tersembunyi
dengarlah deram seiring kamit esensi cinta dari dalam diri!

Bila asyik masyuk kebiri hasrat, muspra segala nikmat ragawi
usaplah alir perih dan gait rindu ke langit tinggi
masih adakah kabihat di balik kerai atas moksa ini?

Berdecaklah! Bukankah tiap pagut bibir kita tak pernah usai?
mari melarih nektar ke cawan sampai tercium aroma surgawi
rebahlah! Tiap degup ada namamu nun meraja sekujur sanubari
Yogyakarta, 01 November 2016

ZENITARIUM
BURAI segala khayal saat penglihatan tersaput mega sarat degum
langit terbelah dan gemintang jatuh berserakan, laun redam padam
segala yang tersimpan telah terkuak, tak ada rahasia terpendam

Apa yang tak kasatmata melihat segala ucap serta laku
senigai antar segala amaliah sampai dekap kasih nan dirindu
janganlah engkau enyahkan hasrat cinta ini untuk terus bersamamu

Bila wajah berpaling dari cermin, bayang gelap rata tanah
bukankah semua ciptaan telah disempurnakan agar tiada sifat lemah?
cawan pecah hanya menampung sedikit ragam curah maupun faedah
Yogyakarta, 25 November 2016

Sajak ini telah dipublikasikan di DUTA MASYARAKAT (08/01/2017)
  • Share:

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like

Advertisement

0 comments

Advertisement