SELAKSA TAMAN | WARNA GELAP

Baca juga artikel ini:

SELAKSA TAMAN
PERNAHKAH kau benamkan keseluruhan tubuhmu di rimbun taman bunga?
pergilah ke taman, lihat rekah bunga, lirih memagut jiwa
kesadaran dan makrifat akan selamatkan jari dari tajam duri

Lihatlah bagaimana burung berkicau sukacita dalam jubah musim semi
ke sana-sini ia mematuk biji sembari melafalkan madah kekasih
“Damailah kau bersama cinta! Musim gugur masih jauh adanya.”

Janganlah mereguk air yang tercampur racun walau hanya setetes
nyawa tidak akan ada artinya di hadapan racun berbisa
bila telah rusak esensi diri, maka buruklah segala rupa
Yogyakarta, 18 Juni 2015

WARNA GELAP
GELAP tak ada di luar dirimu, bukan di depanmu
gelap telah tinggal begitu lama di ceruk terdalam dadamu
telah lama ia menjelaga, legam, dan tak berupa adanya

Bila kau terus mengobarkan api, asap akan terus memekat
walaupun kau singkirkan benih api, bahan bakar akan menyulut
bahkan guyur air takkan berarti bila debitnya tak sebanding

Warna gelap tak ada di luar, tapi dalam dirimu
walaupun cahaya terang memancar di luar, kau tetaplah gelap
singkap tabir itu, cahaya akan menerobos masuk dalam jiwamu
Yogyakarta, 15 Juni 2015

Sajak ini telah dipublikasikan di GEMA MENOREH (Edisi V November 2015)


Bagikan

You Might Also Like

SELAKSA TAMAN | WARNA GELAP
4/ 5
Oleh



Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.