NYANYIAN MISTIS DEDAUNAN | INSOMNIA

Baca juga artikel ini:

NYANYIAN MISTIS DEDAUNAN
DAUN kering pun mengalunkan nada lirih nan liris
dalam kesunyian diri sendiri. Dengarlah! Nada magis
yang terlahir dari sehelai daun berserakan diembus angin
bahkan dikira telah mati berguguran karena pancaroba

Dengarlah lebih meresap! Apa yang terdengar di antara sunyi
bukankah gerisiknya memicu nada-nada kehidupan?
bagkitlah dari hampa, sebab di langit ada nyawa
yang tersimpan di balik keliman kata-kata.
Yogyakarta, 27 September 2013

INSOMNIA
BERSABARLAH! Mungkin kita tak bisa bernyanyi
diiringi kerlip kunang-kunang yang biasa melayang
di depan rumah. Entah sebuah pertanda
atau karena cuaca hingga kunang-kunang tak datang.

Tak perlu gelisah karena dawai gitar dibawa sunyi pergi
hiraukan saja nyinyir malam yang mengejek dengan geluduk
bercampur kilat memecut pekat. Masih ada jangkrik mengerik
sebagai teman walau tak sempurna mimikri mengusir pilu
mengerikiti ruang di dada.

Mungkin butuh belasan cangkir untuk menunggu subuh
dan ratusan lembar kisah agar jenuh lekas berlabuh
tak perlu baca mantra hanya sekadar ingin hadirkan mimpi,
sebab ia telah lelap di alam lain. Meski mata merah
namun bukan karena nanar, ini hanya karena kita terus terjaga
tanpa jeda sepanjang malam buta.
Yogyakarta, 28 September 2013

Puisi ini telah dipublikasikan di BANJARMASIN POST (27/10/2013)


Bagikan

You Might Also Like

NYANYIAN MISTIS DEDAUNAN | INSOMNIA
4/ 5
Oleh



Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.