SENYAWA | MOKSA HAKIKI - Anam Khoirul Anam

SENYAWA | MOKSA HAKIKI

Author: Anam Khoirul Anam - September 15, 2013
Advertisement

Advertisement

SENYAWA
DENGAN apa kita sampai pada apa yang kita tuju?
tentunya bukan dengan jasad penuh lumpur dan kotoran
bukan pula dengan khayalan
bukan pula dengan rasa
tapi dengan sifat atau zat yang sama
karena jasad akan melebur

Roh berkelana dan terus mencari
tanpa tahu harus menemu apa yang dicari,
rasa hanya akan berhenti ketika sampai pada titik klimaks
terlebih kekuatan khayal hanya sampai pada sekat ruang dan waktu

Zat atau sifat yang sama tentu akan lebih mudah menyatu
karena tersusun dari inti yang sama
inilah hal terpenting ketika kita ingin menuju
pada sesuatu yang ingin dituju

Tidak semua kehendak akan sampai pada yang dituju
dan tidak semua tujuan adalah sebenar-benarnya akhir dari segala tujuan
Yogyakarta, 29 Mei 2013

MOKSA HAKIKI
APAKAH kamu akan mendengar bisik lirih yang semakin larau?
denting yang semula pekakkan telinga, kini menyurut
selepas largo itu kamu cabut dari semayamnya

Bahkan jemari-jemari lentikmu tak sanggup lagi
memainkan ritme harmoni seperti dulu,
sewaktu roh itu belum meregang dari partiturnya

Ah, kiranya notasi itu akan tetap rusuh di gendang telinga
bila tak selaras dengan jiwa. Ia justru akan menjadi simfoni laras
yang dipenuhi urai air mata. Meski hal itu takkan pernah mampu
mengurai gejolak rasa yang cukup lama tersimpan di antara keliman hati

Coba sekali lagi membaca lirik yang dilarik sedemikian apik,
apakah kamu temui ambigu, atau justru kamu temui
cahaya merekah dalam segala kegelapan?

Luruh dan coba endapkan segala adrenalin yang muncrat
di atas latar penuh dengan lumut jiwamu
sebab, kalap takkan pernah mengantarmu pada satu sublimasi diri
di antara ritus menuju moksa hakiki.
Yogyakarta, 14 Juni 2013

Puisi ini telah dipublikasikan di SUMATERAPOST (15/09/2013)
  • Share:

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like

Advertisement

0 comments

Advertisement