AKU AKAN PERGI | SIAPA? | ANGIN | KETIKA SEMUA ORANG BILANG | DI BALIK AWAN - Anam Khoirul Anam

AKU AKAN PERGI | SIAPA? | ANGIN | KETIKA SEMUA ORANG BILANG | DI BALIK AWAN

Author: Anam Khoirul Anam - August 19, 2007
Advertisement

Advertisement

AKU AKAN PERGI
AKU akan meninggalkan masa lalu
yang terasa buram olehku
akan tertinggal jejak-jejak
yang membekas dalam tiap derap-derap matahari
dan, aku akan pergi tinggalkan
masa-masa yang menggelut jasadku tempo lalu

Di depan sana, yang tak kujangkau
dengan penglihatan kasatku
ada cahaya yang harus aku genggam erat
ketika telah kupungut
aku adalah masa
antara waktu lalu dan juga masa akan datang

Kini, aku harus pergi
tinggalkan kedua waktu itu
entah, sampai kapan cakrawala luas itu mencengkeramku
di balik senyuman misteriusnya.
Yogyakarta, 06 Agustus 2007

SIAPA?
SIAPA di antara mereka:
siapa yang pahlawan
di antara mereka yang hidup
dan mati?

Siapa yang pecundang
di antara mereka yang hidup
dan mati?

Siapa yang mulia
di antara mereka yang hidup
dan mati?

Siapa yang terhina
di antara mereka yang hidup
dan mati?

Dalam hati-hati merekalah bejana
tempat di mana segala kepolosan,
kejujuran dan kebenaran ditampung
maka tanyalah mereka,
di sanalah kau temu jawabnya!
Yogyakarta, 06 Agustus 2007

ANGIN
ANGIN yang berembus semempai
menggoyangkan landai helai-helai daun
yang berserak di antara seluet cahaya matahari
udara pengap membekap deru nafsu pagi
ketika waktu melaju dengan kepak sayap masa

Rintik embun menitik derit tangis
juntai jemari-jemari lewat puihan doa-doa
langit masam berkabung di balik tirai kelabu
rerumputan mengering, gersang merontang

Kumandang azan di tengah hari menggaung
merasuk lewat buluh nadi
getarkan keterdiaman ragawi
ia memanggil dengan gapai tangan yang lemah

Lalu, jalan menjadi buntu dalam pikiran
menghilang sirna dalam diam,
membuih dalam kesenyapan jiwa
Yogyakarta, 19 Juli 2007

KETIKA SEMUA ORANG BILANG
KETIKA semua orang bilang
tentang kemajuan teknologi ini-itu
ketika banyak orang berdebat
dan berselisih tentang ini-itu
ketika banyak orang bilang ini-itu
biarlah aku bicara tentang cinta
sebab apa pun itu
semua adalah berawal dari Cinta
Yogyakarta, 2007

PERLULAH BERTANYA
PERLULAH kita bertanya
mengapa kita tak diizinkan berlebih
dalam segala sesuatu
kenapa pula kita tak diizinkan
berlebih dalam mencintai sesuatu
oleh sebab kekhawatiran dan rasa takut
bila akan berubah rasa benci
sebab, segala hal yang berlebih
adalah lebih dekat dengan pelupaan
maka dari itu kita tak pernah diizinkan
terlalu berlebihan dalam segala sesuatu.
Yogyakarta, 2007

DI BALIK AWAN
DI BALIK awan aku menemukan pedih
merajam tubuhku,
di balik awan anganku menggantung
tak juga bersayap atau terlelap
mengerjap sekarat
di balik awan aku terdiam
sampai hati menggantung bisu
hingga jiwa meronta renta
aku pergi lewat arus sunyi
dan berbicara padamu dalam diamku.
Yogyakarta, 2007

Puisi ini telah dipublikasikan di SURYA (19/08/2007)
  • Share:

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like

Advertisement

0 comments

Advertisement