PULANG KE NEGERI SENDIRI | DI AMBANG BATAS MALAM | JALAN PULANG - Anam Khoirul Anam

PULANG KE NEGERI SENDIRI | DI AMBANG BATAS MALAM | JALAN PULANG

Author: Anam Khoirul Anam - July 01, 2007
Advertisement

Advertisement

Baca Juga

PULANG KE NEGERI SENDIRI
SEPERTI apa pun kenyataan hidup,
hidup di negeri sendiri akan lebih aman 
dibanding hidup di negeri orang;
meski terkadang di negeri sendiri banyak kesusahan
banyak penderitaan, atau bahkan tak lagi
jadi pribumi bagi negeri sendiri

Pulanglah ke negerimu!
sebab banyak hal yang perlu
kau perbaiki di negerimu sendiri

Lalu, mengapa kau memilih negeri orang
untuk sekeping kebahagiaan hidup
yang sejatinya bukanlah kebahagiaan?

Pulanglah! Sebab negerimu membutuhkanmu.
Yogyakarta, 21 Mei 2007

DI AMBANG BATAS MALAM
AKU tertingkap dalam gelap malam 
di bawah sinar gemintang
aku gelap
dan, aku tersadar bahwa aku terbias matahari, ketika fajar
kutemu tubuhku di atas embun bebatuan cadas

Aku sendiri dengan bersimbah kesah.
Yogyakarta, 17 Juni 2007

JALAN PULANG
TOLONG tunjukkan padaku di mana jalan pulangku
aku telah tersesat jauh, hingga aku lupa jalan pulangku

Kini aku terdampar di sebuah pulau yang teramat sunyi mencekam
tolong! Jika engkau tahu jalan pulangku, tunjukkan padaku

Di mana jalan pulangku?
adakah di antara kalian yang tahu mana jalan pulangku?

Tidak adakah satu pun yang tahu
di mana jalan pulangku?
kini aku tersesat jauh

Bahkan aku tak tahu tempat apa ini
aku hanya ingin petunjuk-Mu saja

Karena aku telah lupa jalan pulangku
aku tak mau terus tersesat seperti ini

Bila kau tahu jalan pulangku
lekaslah kabari aku,
sebab dalam keterasingan ini
aku tetap menunggu
Yogyakarta, 17 Juni 2007

Puisi ini telah dipublikasikan di SOLOPOS (01/07/2007)
  • Share:

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like This Advertisement

You Might Also Like

Advertisement

0 comments

Advertisement