MASA TUNGGU PENGIRIMAN NASKAH KE KORAN/MEDIA MASSA

Ketika seorang penulis mengirimkan karyanya ke koran/media massa—lebih-lebih bagi para pemula—barangkali akan bertanya-tanya perihal kabar naskah yang sudah dikirim tersebut. Sebagian besar akan bertanya, “Adakah pemberitahuan dari pihak media jika diterima atau layak tayang?” Atau; “Adakah batas waktu yang ditentukan oleh media bersangkutan setelah naskah masuk meja redaksi?” Sangat dimaklumi jika ada pertanyaan semacam itu. Selain karena masih minim pengetahuan, rata-rata penulis pemula memang membutuhkan banyak informasi, pengalaman serta jam terbang jika hendak menekuni dunia menulis di koran/media massa.

Sebelum lebih jauh, perlu dipahami bahwa tiap media memiliki kebijakan masing-masing. Sebagian media ada yang memberitahukan kepada pihak penulis jika naskah layak ditayangkan. Biasanya pihak redaktur akan mengirim surat pemberitahuan kepada pihak penulis sebelum masa tayang tiba. Tapi, ada juga yang tidak memberi kabar sama sekali kepada para penulis setelah naskah masuk meja redaksi. Rata-rata naskah yang memenuhi kriteria langsung ditayangkan setelah melalui proses seleksi dari para kurator/redaktur. Jika tidak layak tayang, tentu naskah tersebut akan disimpan atau mungkin ada kebijakan lain atas berkas naskah tersebut.

Lantas, bagaimana dan harus menunggu seberapa lama setelah naskah dikirim oleh pihak penulis? Sebagian media massa/koran memberi tenggat antara 3—6 bulan. Tapi, ada juga yang tidak memberi batasan waktu. Bahkan tak jarang dari sekian banyak penulis yang naskahnya ditayangkan seminggu dari masa kirim naskah—ada juga yang sampai berbulan-bulan baru ditayangkan. Jika lebih dari 3—6 bulan belum atau bahkan tidak ada kabar, tanpa perlu surat penarikan naskah pun pihak penulis bebas mengirim naskah tersebut ke media lain. Jika merasa khawatir terjadi pemuatan ganda, alangkah lebih baik memang mengirimkan surat penarikan naskah. Seyogianya memang antardua belah pihak saling memberi informasi terkait hal ini, namun fakta di lapangan sebagian besar tidak begitu. Pihak penulis sendirilah yang dituntut untuk aktif mencari informasi atas naskahnya sendiri sekaligus membuat surat penarikan atas karya yang sudah dikirimkan jika tak ada kepastian. Di lain kasus, tak heran juga bila terjadi tayang ganda di pelbagai media. Lantas apakah hal itu mutlak salah penulis? Apakah penulis ataupun pembaca juga akan menyalahkan media karena tidak memberi konfirmasi sebelum karya ditayangkan? Maka dari itulah mengapa komunikasi itu sangat penting dan dibutuhkan guna menghindari dampak tak baik antardua belah pihak di masa mendatang.

Maka dari itu perbanyak karya dan kirim ke media yang berbeda-beda. Jika salah satu tidak lolos, kemungkinan di media lain justru menerima. Begitu seterusnya. Paling tidak dalam tiap bulan atau malah tiap pekan ada karya yang ditayangkan.
Baca selengkapnya


HONOR TERBARU RUBRIK SASTRA KORAN TEMPO

Siapa yang tak senang jika mendapat honorium cukup besar dari usaha menulis? Tentu semua orang menginginkan hal itu. Mengetahui bahwa karya yang dikirim berhasil lolos seleksi dari pihak kurator sekaligus tayang di sebuah media massa tertentu saja rasanya senang bukan main—sampai-sampai susah tidur—apalagi mendapat honor dengan jumlah sangat besar. Lebih-lebih jika media yang menayangkan karya tersebut adalah media nasional, tentu semakin menambah gairah saat melakoni profesi sebagai penulis.

Bayangkan saja, dalam sepekan, berapa banyak penulis yang mengirimkan karyanya ke media? Di antara sekian banyak kompetitor tersebut, lantas karya Anda ternyata berhasil merebut perhatian pihak kurator dan memutuskan bahwa karya Anda layak ditayangkan? Sebagai seorang penulis, sudah pasti Anda berhasil dalam banyak hal. Anda berhasil menuntaskan sebuah tulisan, berhasil mengirimkan karya tersebut ke media, berhasil merebut perhatian kurator di antara sekian banyak naskah yang masuk ke meja redaksi—dan poin penting dari jerih payah itu adalah karya Anda berhasil tayang sekaligus bisa dinikmati secara luas—lebih-lebih Anda mendapat hak berupa honorium yang dirasa sangat pantas.

Hampir semua orang, terlebih para penulis, pasti sudah tidak asing lagi dengan media atau koran Tempo. Siapa pun yang memiliki kemampuan dalam hal menulis dan sering kali mengirimkan karyanya ke media, besar kemungkinan pasti pernah mencoba mengirim ke sana—entah berhasil tayang atau sebaliknya.

Ada kabar baru yang cukup menggembirakan datang dari media ini. Sebelumnya honor yang diberikan untuk rubrik sastra sekitar Rp.750.000,- per cerpen dan Rp.600.000,- / penulis puisi. Info terbaru tahun 2018, ada salah satu penulis memberitahukan bahwa honorium untuk rubrik cerpen dinaikkan menjadi Rp.1.000.000,-/cerpen. Tentu saja hal itu semakin melecut semangat bagi para penulis untuk gigih menulis sekaligus mengirimkan karya terbaiknya ke media tersebut. Selain mendapat kebahagiaan karena berhasil lolos dari meja redaksi/kurator, tentu saja dengan mendapat honorium tersebut semakin menggenapkan rasa puas yang membuncah di dada.

Maka dari itu, bagi Anda yang suka menulis—apalagi sudah berulang kali lolos ataupun karyanya berhasil tayang di media massa, mau tunggu apa lagi? Mari berkarya sebaik mungkin dan jangan pernah bosan untuk terus mengirimnya ke media massa. Tidak ada aji mumpung, tiap penulis dituntut untuk profesional di bidangnya. Selama masih mampu dan kesempatan masih terbuka lebar, mengapa mesti disia-siakan?

Perlu diingat bahwa berhasil atau tidak sebuah proses juga tergantung pada kesungguhan diri masing-masing orang. Ketika seorang penulis terus berupaya memperbaiki diri sekaligus melejitkan potensi menulisnya, maka bukan menjadi hal yang mustahil jika kelak pasti berhasil. Tentu beda cerita bagi sebagian penulis yang lantas menyerah di tengah jalan, selain mendapat lelah sudah dipastikan ia menanggung beban kegagalan.

Bagi para penulis pemula yang ingin mencoba meniti karir di dunia menulis, sangat patut mencoba mengirim karyanya ke media ini. Selain menerima honorium tinggi, dari pelbagai kabar antarpenulis, mereka yang berhasil lolos/tayang pun mendapatkan hak atas karyanya tanpa perlu menunggu lama.

Adapun bagi penulis pemula yang belum mengetahui cara mengirim naskah ke media/koran, bisa baca artikel di situs ini.
Baca selengkapnya


ALAMAT EMAIL KORAN/MEDIA MASSA

Banyak sekali di antara para penulis, entah para senior maupun dari kalangan pemula, yang sering kali bertanya perihal alamat email koran ataupun redakturnya. Hal ini sangat wajar terjadi karena ada media-media baru terus bermunculan. Selain itu, sewaktu-waktu ada beberapa media melakukan perubahan alamat email guna proses pengiriman maupun penerimaan naskah dari para penulis. Tentu saja, perubahan surel atau alamat email ini harus terus diikuti oleh semua penulis jika ingin mengirimkan karyanya ke media bersangkutan.

Berikut ini adalah daftar alamat redaksi koran atau media massa terbaru yang menerima karya sastra (Cerpen, Puisi, Esai, dll.):

AMANAH
Email: sastra.amanah@gmail.com

ANALISA
Email: rajabatak@yahoo.com

BALI POS
Email: balipost@indo.net.id

BANGKA POS
Email: redaksi@bangkapos.com

BANJARMASIN POS
Email: hamsibpost@yahoo.co.id

BASABASI
Email: gerobaknaskah@basabasi.co

BERITA PAGI
Email: huberitapagi@yahoo.com

BULETIN KANAL
Email: buletin.kanal@gmail.com

DENPASARPOST
Email: cerpendenpost@gmail.com

DUTA MASYARAKAT
Email: harianduta@gmail.com

FAJAR MAKASSAR
Email: budayafajar@gmail.com

FLORES SASTRA
Email: floressastra@gmail.com

GEMA MENOREH
Email: redaksigema_menoreh@yahoo.co.id

HALUAN
Email: budayahaluan@gmail.com

HALUAN KERPI
Email: redaksi@haluankepri.com

HORISON ONLINE
Email: horisonpuisi@gmail.com / horisoncerpen@gmail.com

INILAH KORAN
Email: inilahkoran@inilah.com / redaksijabar@inilah.com

JANANG.ID
Email: ruangjanang@gmail.com

JAWA POS
Email: ari@jawapos.co.id / ariemetro@yahoo.com

JOGLOSEMAR
Email: harianjoglosemar@gmail.com

JURNAL ASIA
Email: berita@jurnalasia.com

JURNAL CERPEN INDONESIA
Email: jurnalcerpen@yahoo.com / jurnalcerita@yahoo.com

KABAR MADURA
Email: kabarsastrabudaya@gmail.com

KEDAULATAN RAKYAT
Email: jayadikastari@yahoo.com

KENDARI POS
Email: arhamkendari@yahoo.com

KOMPAS
Email: opini@kompas.com

KORAN PANTURA (PROBOLINGGO)
Email: redaksi.koranpantura@gmail.com / redaksi.kabarprobolinggo@gmail.com

LATAR SASTRA
Email: redaksi@latarsastra.com

LAMPUNG POS
Email: lampostminggu@yahoo.com

LOMBOK POS
Email: literasilombokpost@gmail.com

MAGELANG EKSPRES
Email: redaksimenoreh@gmail.com

MAJALAH BOBO
Email: bobonet@gramedia-majalah.com

MAJALAH FEMINA
Email: kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id

MAJALAH HADILA
Email: majalah_hadila@yahoo.com

MAJALAH MAJAS
Email: redaksi@majaskreatif.com

MAJALAH UMMI
Email: kru_ummi@yahoo.com

MALANG POS
Email: redaksi@malang-post.com

MEDAN BISNIS
Email: mdn_bisnis@yahoo.com

MEDAN POS
Email: barpul12@gmail.com/dyani.nanda@gmail.com

MEDIA INDONESIA
Email: (CERPEN) cerpenmi@mediaindonesia.com (PUISI) puisi@mediaindonesia.com (alternatif email: miweekend@mediaindonesia.com)

MERAPI
Email: budaya.merapi@yahoo.co.id

MIMBAR UMUM
Email: mimbarumum@yahoo.com

MINGGU PAGI
Email: we_rock_we_rock@yahoo.co.id

NUSANTARANEWS
Email: redaksi@nusantaranews.co

NOVA
Email: nova@gramedia-majalah.com

PADANG EKSPRES
Email: cerpen_puisi@yahoo.com

PALEMBANG EKSPRES
Email: sastrapalpres@gmail.com

PIKIRAN RAKYAT
Email: khazanah@pikiran-rakyat.com

POS KUPANG
Email: poskupangnews@yahoo.co.id

RADAR BANYUWANGI
Email: budayaradarbwi@gmail.com

RADAR BANJARMASIN
Email: redaksi@radarbanjarmasin.co.id

RADAR BOJONEGORO
Email: lembarbudaya@gmail.com

RADAR BROMO
Email: ruangpublik_radarbromo@yahoo.com

RADAR CIREBON
Email: radar_wacana@yahoo.co.id

RADAR JEMBER
Email: radarjember@gmail.com

RADAR LAMPUNG
Email: zetizenradarlampung@gmail.com

RADAR MALANG
Email: sastra.radarmalang@gmail.com

RADAR MOJOKERTO
Email: opini_darmo@yahoo.com

RADAR SURABAYA
Email: radarsurabaya@yahoo.com

RAKYAT SULTRA
Email: bastra.kbsultra@gmail.com

RAKYAT SUMBAR
Email: sastrasumbar@yahoo.com

REPUBLIKA
Email: islamdigest@redaksi.republika.co.id

RIAU POS
Email: sajak_riaupos@yahoo.co.id (Umum) / infozetizenriau@gmail.com (Sastra Remaja)

SAMARINDA POS
Email: agusdwiutomo@yahoo.com

SATELIT POST
Email: opini-pembaca_satelitpost@yahoo.co.id

SERAMBI INDONESIA
Email: redaksi@serambinews.com

SIMALABA
Email: majalahsimalaba@gmail.com

SINGGALANG
Email: singgalang.redaksi@gmail.com

SOLO POS
Email: redaksi.minggu@solopos.co.id / redaksi@solopos.co.id

SUARA MERDEKA
Email: swarasastra@gmail.com

SUARA NTB
Email: suarantbsastra@gmail.com

SUMATERA EKSPRES
Email: serisumeks@gmail.com

SUMUT POS
Email: sumutbudayapos@yahoo.co.id / langgamsumut@gmail.com

TANJUNGPINANG POS
Email: redaksi@tanjungpinangpos.co.id

TEMPO
Email: sastra@tempo.co.id

TRIBUN BALI
Email: redaksi.tribunbali@gmail.com

TRIBUN JABAR
Email: cerpen@tribunjabar.co.id / hermawan_aksan@yahoo.com

WAKTU
Email: sastra.waktu@gmail.com

WASPADA
Email: cemerlangwaspada@yahoo.co.id / sunanlangkat@yahoo.com


Bagi Anda yang mengetahui perubahan terbaru alamat email dari seluruh media massa, silakan konfirmasi. Terima kasih atas kerja samanya.
Baca selengkapnya


CARA KIRIM NASKAH KE BALI POST

Saat ini dunia menulis sudah berkembang cukup pesat, bahkan persaingan di dalamnya juga tak kalah hebat. Hal itu terbukti dengan terus bermunculan buku baru sekaligus penulis baru, selain itu tiap pekan di media massa atau koran juga sering kali bermunculan penulis-penulis baru.

Tiap orang—apalagi para penulis—mungkin sudah tidak asing lagi dengan koran BALI POST. Bagi sebagian kalangan, media ini menjadi pilihan yang tak bisa dielakkan saat mengirim naskah. Tiap penulis juga berlomba-lomba mengirimkan karyanya dan berharap bisa diterima atau ditayangkan.

Bagi penulis pemula tentu masih merasa bingung terkait masalah proses mengirimkan naskah ke BALI POST ataupun ke media lainnya. Selain karena masalah bagaimana cara kirim, rata-rata banyak yang bertanya soal alamat email BALI POST ataupun alamat email media lain. Sebagian masih bingung dan belum mengetahui hal ini. Berikut ini adalah cara kirim naskah ke BALI POST:
1. Siapkan Naskah;
Hal pertama dan utama adalah menyiapkan naskah terlebih dulu. Silakan cek lebih dulu sebelum mengirim ke alamat redaktur koran. Cek seluruh isi—terutama dalam soal ejaan-karena editor sangat risih menerima naskah yang di dalamnya masih terdapat kekeliruan—sekecil apa pun kekeliruan tersebut.

2. Format Pengiriman Naskah;
Naskah apa saja yang ingin dikirim usahakan sesuai ketentuan dari media bersangkutan. Tulis dengan format font Times New Roman (TNR) ukuran 12 pt, spasi 1,5 atau spasi ganda. Sertakan di dalam naskah biodata naratif penulis, nomor rekening, nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika sudah punya, nomor telepon dan alamat lengkap sesuai KTP.

3. Menulis Kata Pengantar Email;
Sering kali penulis pemula kebingungan soal ini. Perlu diketahui bahwa tiap kali mengirim naskah, penulis harus menulis kata pengantar di badan email, bukan di sisipan atau di dalam naskah. Berikut ini adalah contoh kata pengantar pengiriman naskah:
Kepada Yth.
Dewan Redaksi (Kurator)
di Tempat

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Salam Sejahtera.

Dengan ini saya bermaksud mengirimkan karya saya kepada pihak Bapak/Ibu Redaktur (Kurator) untuk ditindaklanjuti, dikoreksi, dan dipublikasikan. Besar harapan saya untuk bisa dimuat atau dipublikasikan pada rubrik yang Bapak/Ibu kelola.

Demikian surat ini saya kirimkan. Ada kurang lebihnya, atau segala sesuatu yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima kasih.

Salam.
NAMA PENULIS
ALAMAT PENULIS

4. Kirim ke Alamat Sekaligus dengan Cara yang Tepat;
Langkah akhir yang perlu dilakukan adalah mengirimkan naskah yang sudah siap tersebut ke alamat yang tepat atau sesuai dengan yang diinginkan. Untuk alamat email redaksi BALI POST adalah: balipost@indo.net.id

Perlu diingat, naskah harus dikirim dalam lampiran, bukan di badan email. Jadi harus dibedakan antara bidang Kata Pengantar dengan Isi Naskah. Kata Pengantar ditulis di badan email, sedangkan Isi Naskah diletakkan pada sisipan sesuai nomor 2 di atas.

Jika sudah terkirim, silakan tunggu kabar dari redaktur. Biasanya ada pemberitahuan jika naskah layak ditayangkan—bahkan jika naskah belum layak pun akan dikonfirmasi. Apabila tidak mendapat konfirmasi, bisa cek ke situs resmi BALI POST, atau media cetaknya.
Baca selengkapnya


7 KEBIASAAN BURUK PENULIS

Sadar atau tidak, kadang sebagian penulis memiliki kebiasaan buruk ketika berkarya. Memang sangat lumrah bahkan sangat manusiawi ketika seseorang punya sisi lebih ataupun kekurangan. Namun jangan menjadikan sisi tersebut justru tampak tak imbang apalagi lebih berat sisi buruknya, tentu sangat berdampak tidak baik bagi pribadi tersebut. Siapa pun pasti akan terus berupaya menunjukkan sisi baik di hadapan publik, apalagi jika ia merupakan panutan, tentu harus bisa menjadi teladan yang senantiasa memberi contoh yang luhur. Meski tak semua orang mengetahui kebiasaan yang bersifat pribadi namun tiap penulis pasti memiliki kebiasaan kurang baik.

Berikut adalah 7 kebiasaan buruk yang umum dilakukan oleh sebagian penulis:

1. Malas Baca
Memang tak bisa dipungkiri bahwa rasa malas pasti menjangkiti siapa saja—terutama penulis. Tapi jika rasa malas tersebut adalah malas baca, maka besar kemungkinan seorang penulis tidak akan pernah bisa produktif berkarya.

2. Tidak Tuntas Menulis dan Membaca
Ketika sedang asyik menulis kadang muncul banyak ide dan selalu menggoda untuk dituangkan dalam bentuk tulisan sekaligus. Hal ini menjadi ancaman serius bagi seorang penulis yang tak mampu mengendalikan diri saat berkarya. Sebagian memang berhasil menyelesaikan tiap ide yang bermunculan, tapi tidak sedikit yang gagal lantas menelantarkan tulisan sebelum-sebelumnya.

Di lain sisi, ketika sedang membaca buku di sela-sela rihat menulis, ide-ide baru pun bermunculan. Bagi yang tak tahan uji sudah pasti akan berhenti membaca dan beralih menulis dikarenakan takut bila ide yang muncul tersebut raib sebelum ditulis.

3. Mengendapkan Tulisan
Memang tidak ada salahnya ketika seorang penulis mengendapkan tulisan sekadar ingin memulihkan kondisi tubuh atau ingin menunaikan keperluan tertentu, akan tetapi mengendapkan tulisan terlalu lama—apalagi tak terbatas waktu—pasti menjadi persoalan lain yang berdampak pada proses kreativitas menulis. Terkadang terlalu lama mengendapkan naskah juga memengaruhi cita rasa yang sudah dibangun jauh sebelumnya.

4. Malas Baca Ulang dan Edit Tulisan
Sering kali ketika sebuah tulisan berhasil sampai di titik akhir, sebagian penulis cenderung malas membaca berulang kali tulisannya. Padahal membaca ulang sangat perlu bahkan penting guna mengoreksi kekeliruan ataupun hal-hal lain di dalam tulisan tersebut. Ketika membaca ulang selain mengoreksi ejaan, bisa jadi ada tambahan ataupun pengurangan atas isi naskah yang baru saja selesai dibuat.

5. Suka Dipuji, Enggan Dikoreksi
Meski tidak semua penulis demikian, akan tetapi sebagian penulis lebih suka menerima pujian ketimbang kritik atas karya yang dihasilkan. Padahal interaksi publik atas sebuah karya sangat beragam, ada yang suka dan ada pula yang tidak suka. Menerima kritik yang bernada negatif kadang kala perlu sebagai bagian koreksi diri maupun karya.

6. Mudah Hilang Semangat
Menjaga semangat dalam berkarya sangatlah penting, sebab jika semangat hilang tentu akan menjadi penghambat proses menulis.

7. Menelantarkan Karya
Barangkali hal ini terdengar cukup aneh, tapi hal ini bisa saja terjadi. Ketika sebuah karya sudah berhasil diterbitkan, seiring waktu karya lama pun laun tenggelam dan tergantikan oleh karya-karya baru.
Baca selengkapnya